Penelitian Tindakan Kelas

ABSTRAK

Seiring kemajuan menghadapi tantangan global di dunia pendidikan perlu dipersiapkan sumber daya manusia yang bermutu, dan itu dapat diperoleh melalui peningkatan kualitas mutu pendidikan, dengan melakukan perbaikan proses pembelajaran. SMP Negeri 1 Ngadirejo merupakan salah satu SMP Negeri yang berada di daerah pedesaan Kabupaten Temanggung dalam proses pembelajaran Bangun Ruang masih menggunakan metode ceramah murni, sangat monoton, dimulai penjelasan guru dengan membahas contoh – contoh soal dan diakhiri dengan meminta para siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan sehingga proses pembelajaran dapat menimbulkan kebingungan, salah pengertian, bahkan mungkin menimbulkan salah konsep. Kondisi yang demikian mendorong penulis untuk meningkatkan penguasaan konsep materi pelajaran, melalui pendekatan experiential learning.

Tujuan Penelitian tindakan kelas ini adalah  :

–        Meningkatkan kualitas proses pembelajaran matematika di SMP N 1 Ngadirejo Kabupaten Temanggung.

–        Meningkatkan penguasaan konsep bangun ruang melalui pendekatan experiential learning pada siswa kelas III SMP N 1 Ngadirejo

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 Pebruari 2004 sampai dengan 28 Pebruari 2004, subyek penelitian adalah siswa kelas III A dengan jumlah siswa 40 anak terdiri dari 19 anak laki-laki dan 21 anak perempuan.Alasan penulis memilih kelas III A dikarenakan keadaan siswa pada kelas III A sangat heterogen.

Prosedur Penelitian terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dalam tiga kali tatap muka, dengan tahapan tiap siklus yaitu: Planning, Akting, Observing, dan  Reflekting. Data yang diperoleh pada pada penelitian dianalisis menggunakan analisis diskriptif komparatif, yaitu dengan membandingkan nilai kondisi awal, nilai tes setelah siklus 1 dan  nilai tes setelah siklus 2, kemudian dibahas dan diberi makna atas data yang disajikan tersebut.

Data awal Kelas IIIA SMP N 1 Ngadirejo Kabupaten Temanggung, yang ber- jumlah 40 anak, terdiri dari 19 siswa putra dan 21 siswa putri yaitu memiliki 21 siswa belum tuntas belajar, 19 siswa tuntas belajar, nilai rata-rata kelas 5,63 prosentase ketuntasan belajar 47,5 % dan 4 siswa berani tampil presentase di depan kelas. Setelah proses pembelajaran dengan pendekatan experiential learning siklus I dan siklus II diperoleh data-data sebagai berikut :

  1. Adanya peningkatan jumlah siswa presentasi di depan kelas sebanyak 9 siswa, sebesar  22,5 %
  2. Adanya peningkatan nilai rata-rata penguasaan konsep bangun ruang 0,775
  3. Adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar minimal sebesar 25 %

Berdasarkan data-data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa : “ Pendekatan Experiential Learning dapat meningkatkan Penguasaan Konsep Bangun Ruang Pada Siswa Kelas III SMP N 1 Ngadirejo Tahun Pelajaran 2003/2004  “

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s